Blangkon

18blangkon
Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Menurut wujudnya, blangkon dibagi menjadi 4: blangkon Ngayogyakarta, blangkon Surakarta, blangkon Kedu, dan Blangkon Banyumasan. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Blangkon)

1. Blangkon Ngayogyakarta

Blangkon Ngayogyakarta merupakan bentuk tutup kepala yang sering dikenakan oleh para bangsawan keraton, mulai abdi ndalem sampai sang raja di wilayah keraton Ngayogyakarta. Blangkon Ngayogyakarta memiliki ciri khas berupa mondholan seperti yang dikenakan oleh mahapatih Gajah Mada pada masa kerajaan Majapahit, dan sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh para penerus dan ahli waris kerajaan. Sri Sultan mengenakan blangkon khas keraton dengan ciri khas batik Jawa Tengah.
Ngayogyakarta-style_blangkon,_2015-05-17_04  15072014132914-abdi keraton

Model blangkon ini sering dipakai oleh kalangan bangsawan keraton dan abdi ndalem dalam acara kebudayaan di daerah maupun dalam peringatan Besar Hari Nasional. Identik dengan kelengkapan lain berupa keris yang diselipkan di pinggang belakang. Hal ini menambah kesan etnis klasik budaya Jawa yang tetap berwibawa meskipun warisan tradisional sudah mulai terkikis sejalan dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Jika anda berjalan-jalan di Yogyakarta dan tertarik untuk mendalami seni blangkon, boleh mampir di pengrajin blangkon Pak Slamet yang merupakan pengrajin blangkon keraton Ngayogyakarta, tentu saja dengan harga yang pantas sesuai dengan tingkat kerumitan yang diinginkan. Atau jika anda tertarik untuk membeli dengan harga yang relatif terjangkau, bisa mengunjungi Pasar Beringhardjo atau Beji.

20141103

2. Blangkon Surakarta

Sedikit berbeda dari Blangkon Ngayogyakarta, Blangkon Surakarta menyajikan tampilan khas Jawa yang begitu halus. Perpaduan warna dan corak khas batik solo merupakan identitas etnis tradisionalis yang manis jika diaplikasikan pada acara kebudayaan daerah.

BLK-2

Blangkon Solo tidak memiliki mendholan setajam blangkon Ngayogyakarta meskipun bagian atasnya sama-sama tertutup. Jika anda tertarik dengan blangkon khas Surakarta, anda bisa mengunjungi pengrajin blangkon legendaris asal Surakarta di daerah Notoningratan. Selain sebagai khasanah budaya Jawa warisan leluhur, blangkon juga merupakan komoditas ekspor yang mahsyur di berbagai negara.

3. Blangkon Kedu

Blangkon Kedu berasal dari daerah Jawa Tengah dengan berbentuk agak terepes, bagian atas tertutup dan memiliki pola batik terang khas Kedu.

blankon_merah                     10979695_1603003683247241_1536775817_n

4. Blangkon Banyumasan

Blangkon Banyumasan memiliki corak yang hampir mirip dengan batik Pekalongan. Sebagian besar memadukan kombinasi batik tulis dengan warna yang eksotis. Namun sayang, pengrajin blangkon Banyumasan ini tidak lagi setenar dan seproduktif blangkon Ngayogyakarta atau Surakarta. Meskipun begitu, masih ada pengrajin blangkon Banyumasan yang masih mempertahankan kekayaan tradisi Jawa ini, dia adalah Kaswanto. Dikenal sebagai seorang pioneer di dunia pengrajin blangkon banyumas. Terdapat beberapa jenis dan model blangkon yang diproduksinya, mulai dari blangkon khas Jawa Tengah sampai Jawa Timuran dan Bali. Berikut adalah salah satu karya produksi blangkon Kaswanto.

blangkon

Jika anda berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Jawa Tengah, tidak ada salahnya untuk mengunjungi pusat kerajinan blangkon daerah milik Kuswanto yang terletak di Jln. Arjuna 1 No.6 Serengan Solo.

Salam Budaya Indonesia.

 

 

One thought on “Blangkon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>