Jajan Pasar Jawa

Jajanan_pasar_1

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Jajan Pasar diartikan sebagai “penganan, buah-buahan, dsb yg dibeli dr pasar untuk pelengkap sesaji dsb”. Ada kalimat sebagai pelengkap sesaji, yang memang sebagian besar jajan pasar erat kaitannya dengan acara-acara keagamaan yang bernuansa budaya dan adat yang kuat, memiliki fungsi dan peran yang berbeda-beda sesuai dengan daerah dan adat masyarakat.(http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php)

Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, cenderung memiliki kesamaan dalam komponen jajan pasar yang oleh sebagian orang diartikan sebagai makanan pelengkap untuk sesaji dalam ritual budaya dan kepercayaan. Komponen jajan pasar yang paling umum disuguhkan oleh masyarakat Jawa dibedakan menjadi 3 jenis diantaranya adalah ; jajan pasar basah, semi basah dan  kering.

1. Jajan Pasar Basah

Jajan pasar basah terdiri dari ; klepon, ketan hitam, ketan putih, gethuk, cenil, grontol, gatot, thiwul. Semua jajan pasar ini disajikan dengan parutan kelapa dan diberi gula merah yang telah dicairkan. Rasanya manis dengan aneka cita rasa khas Jawa.

main

Klepon adalah salah satu jajan pasar yang disukai masyarakat. Merupakan jajanan khas Jawa yang terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah. Memiliki rasa gurih agak kenyal, dipadu dengan kelapa parut dan aroma wangi daun pandan.

Ketan tabur kelapa.2

Ketan hitam dengan parutan kelapa merupakan salah satu komposisi jajan pasar yang menambah keanekaragaman. Ketan hitam yang di tanak biasanya dicampur dengan sedikit beras putih agar warnanya tidak terlalu hitam&keras. Jika disajikan berdampingan dengan klepon, akan menghasilkan perpaduan warna yang eksotis khas Jawa.

ketan urap bubuk.jpeg.600x0_q85_crop-smart_upscale

Sama dengan ketan hitam, ketan putih juga merupakan komponen yang tak kalah penting dalam jajan pasar. Disajikan dengan parutan kelapa dan bubuk kedelai. Cita rasa tradisional begitu kental dalam jajan ini. Selain itu, sangat pas dijadikan sebagai teman duduk santai sambil menikmati secangkir kopi/teh hangat.

gethuk               img_4214_e589afe69cac

Gethuk adalah jajan pasar yang terbuat dari ketela pohon atau singkong yang direbus, kemudian ditumbuk. Gethuk dibedakan menjadi dua macam, yaitu gethuk singkong (kiri) dan gethuk lindri (kanan). Namun, keduanya memiliki rasa yang sama, hanya penampilannya saja yang berbeda. Gethuk singkong menampilkan kekhasan ketela/singkong yang berwarna cokelat muda, sedangkan gethuk lindri memiliki bermacam warna. Disajikan dengan parutan kelapa.

images

Satu lagi jajan pasar yang cukup menarik adalah cenil. Cenil terbuat dari tepung kanji yang dipilin menyerupai bentuk cabe merah. Agak kenyal, disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair.

b5ec7f1e25afe04db9f855e02aa1718e

Grontol adalah salah satu jajan pasar yang memiliki warna cukup menarik, kuning. Grontol terbuat dari jagung muda yang dipipil dan direbus. Disajikan dengan parutan kelapa sebagai pelengkap jajan pasar.

gatot

Gatot adalah jajan yang terbuat dari ketela pohon yang dijemur. Setelah dijemurdalam suhu lembab, ketela pohon kemudian direbus, sehingga menghasilkan tekstur gatot yang kenyal dengan warna cokelat kehitaman. Rasanya gurih dan agak langu, namun terasa enak jika dipadu dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair.

12941223071500915252

Yang terakhir adalah thiwul. Thiwul merupakan jajan pasar yang terbuat dari ketela pohon yang dijemur. Berbeda dengan gatot, thiwul harus digiling terlebih dahulu sebelum direbus. Memiliki tekstur yang lebih lembut dengan warna lebih terang. Disajikan dengan parutan kelapa dan sedikit gula merah cair.

2. Jajan Pasar Semi Basah

Berbeda dengan jajan pasar basah, jajan pasar semi basah tidak menggunakan parutan kelapa dan gula merah cair sebagai pelengkap. Namun cara pembuatannya agak rumit jika dibandingkan dengan jajan pasar basah, karena bahan dasar seperti ketela atau ketan harus diolah dahulu sebelum diproses menjadi jajan. Jajan pasar semi basah diantaranya adalah ; kue thok, lapis, wajik, jadah, apem, lemper, arem-arem, nagasari, mendut, lepet,  dll.

kue-tok             kue-lapis

Kue thok (kiri) terbuat dari tepung ketan, dalamnya diisi dengan kacang hijau yang sudah dihilangkan kulitnya. Tekstur kenyal kulit kue dipadu dengan isian kacang hijau yang manis menambah kekhasan cita rasa tradisional yang unik. Sedangkan kue lapis (kanan) terbuat dari tepung ketan dengan campuran santan kental dan gula putih. Tekstur yang unik dengan warna-warna yang menarik merupakan ciri khas tersendiri dari kue lapis.

Wajik-ketan                    Kue-Basah-Jadah-Ketan

Wajik (kiri) dan jadah (kanan) merupakan jajan pasar yang terbuat dari ketan putih. Wajik diolah dengan mencampur santan kental dan gula merah pada ketan. Sehingga menghasilkan warna kecokelatan dengan tekstur agak lengket dan legit. Sedangkan jadah atau biasa disebut gemblong di daerah tertentu merupakan wajik tawar, tanpa gula. Jadah hanya menggunakan santan kental dan sedikit garam sebagai bahan campuran ketan. Rasanya gurih dan pulen.

kue-apem            resep-apem-selong

Berikutnya adalah apem. Apem merupakan jajan pasar yang terbuat dari tepung beras dan santan kental yang difermentasikan selama kurang lebih 12 jam. Biasanya dicampur dengan daun pandan dan nangka sebagai aroma. Terbagi menjadi 2 macam, yaitu apem biasa (kiri) dan apem selon (kanan). Tidak ada perbedaan pada bahan baku pembuatan apem ini, namun pada apem selon bisa didapati penampilan yang lebih menarik dengan adanya kulit di pinggiran apem.

Dalam adat Jawa, istilah apem identik dengan transliterasi bahasa Arab yaitu “Afwun” yang berarti maaf dan memaafkan. Masyarakat Jawa harus saling maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Hal ini sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia yang cinta damai dan saling memaafkan.

tips tentang lemper           Arem-Arem

Selanjutnya adalah lemper (kiri) dan arem-arem (kanan). Keduanya memiliki tekstur yang hampir sama, akan tetapi memiliki perbedaan yang cukup jauh. Lemper terbuat dari ketan putih yang diisi dengan daging ayam atau abon, dibungkus dengan cara melipat daun pisang kemudian digulung sampai menutupi permukaan lemper. Sedangkan arem-arem terbuat dari beras yang diisi dengan daging atau abon, dibungkus seperti lontong.

Nagasarii     kue mendut-jajanan-pasar-dari ketan

Nagasari (kiri) dan mendhut (kanan) merupakan jajan pasar yang sama-sama dibungkus oleh daun pisang. Nagasari terbuat dari tepung beras dicampur dengan santan dan diisi oleh pisang raja atau kepok. Sedangkan mendhut terbuat dari tepung ketan dan diisi oleh parutan kelapa manis atau biasa disebut “enten-enten”. Keduanya memiliki rasa manis dan gurih yang terpadu dalam aroma daun pisang yang segar.

Lepet Ketan

Yang terakhir adalah lepet. Lepet terbuat dari ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan kacang merah. Kemudian dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda, dan diikat dengan tali dari bambu. Dalam adat Jawa, Lepet sering diartikan sebagai paduan kata dalam bahasa Jawa yaitu “disiLep sing rapet“, yang menunjukkan bahwa setiap orang dalam bermasyarakat harus saling menutupi keburukan dan aib orang lain. Dengan kata lain dilarang untuk membicarakan keburukan orang lain.

3. Jajan Pasar Kering

Jajan Pasar kering merupakan jajan pasar memiliki tekstur seperti kue atau roti kering, lebih tahan lama dan mudah menyajikannya. Diantaranya adalah roti kukus, onde-onde, bikang, bikang ambon, lumpur, pukis, dadar gulung, pastel, putu ayu dll.

roti-kukus-tokomesin                  Onde-Onde-Isi-Kacang-Hijau

Roti Kukus (kiri) dan Onde-onde (kanan) merupakan salah satu jajan pasar yang digemari masyarakat. Roti kukus memiliki bentuk yang cukup menarik karena teksturnya yang mekar disemua sisi. Sedangkan onde-onde merupakan jajan pasar yang terbuat dari ketan sebagai kulitnya, diisi dengan kacang hijau manis, digulung dengan wijen yang menambah unik rasa dan penampilannya.

Kue-Bikang-Mawar                  content_60_bika_big

Bikang (kiri) dan bikang ambon (kanan) terbuat dari tepung beras dengan sedikit campuran ketan. memiliki tekstur yang empuk sedikit kenyal, gurih dan manis serta penampilan yang cukup menarik. Berbeda dengan bikang yang memiliki warna beragam, bikang ambon memiliki warna kuning keemasan dengan serat yang terlihat tegas dan jelas.

kue lumpur labu kuning                 1293675246detail_JIKRES_96-07_PUKIS_TAPE_SINGKONG_RZK02

Lumpur (kiri) dan pukis (kanan) memiliki tekstur yang hampir sama, akan tetapi keduanya memiliki perbedaan pada bahan dasar. Lumpur memiliki campuran susu dan mentega lebih banyak dibandingkan pukis. Dipadukan dengan kismis atau manisan diatasnya.

maxresdefault           resep-membuat-kue-putri-ayu

Dadar gulung (kiri) dan putu ayu (kanan) sama-sama memiliki warna hijau yang menarik. Namun berasal dari bahan dasar yang berbeda. Bahan dadar gulung terdiri dari tepung beras dengan isian enten-enten. Sedangkan putu ayu memiliki bahan dasar yang sama dengan roti kukus, ditambah parutan kelapa muda di bagian atasnya.

SMDC0119.JPG

Terakhir adalah pastel. Kulit pastel terbuat dari campuran tepung terigu dan telur, diisi dengan sayuran atau daging, kemudian digoreng. Sangat cocok dinikmati sebagai kudapan penutup makan atau dalam acara santai tertentu.

Demikian jajan pasar yang beraneka ragam dari tanah Jawa. Keragaman ini bukanlah menjadi jurang perbedaan suku dan bangsa, namun menjadi khasanah yang berharga bagi kelangsungan masyarakat Indonesia yang menghargai warisan leluhur mereka.

Salam Budaya Indonesia.

One thought on “Jajan Pasar Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>